Asimetri Kebahagiaan dan Kesakitan (Loss Aversion) Loss Aversion Ketimpangan Emosi, Ego, dan Ilusi Nilai dalam Fenomena Loss Aversion Dalam psikologi dan ekonomi perilaku, ada fenomena umum di mana kerugian kecil terasa lebih menyakitkan bagi ego seseorang dibandingkan dengan keuntungan besar. Fenomena ini disebut: 1. Loss Aversion (Keengganan untuk Rugi) Definisi: Kerugian dirasakan lebih menyakitkan dibandingkan keuntungan yang setara. Contoh: Rugi Rp50.000 terasa lebih menyakitkan daripada senangnya dapat Rp50.000. Penelitian: Daniel Kahneman & Amos Tversky – Prospect Theory (1979) Kerugian dirasakan 2–2,5 kali lebih kuat daripada keuntungan. Ini disebut Loss Aversion Ratio (biasanya 2:1 atau 2.5:1). 2. Negativity Bias Definisi: Otak manusia lebih sensitif terhadap informasi negatif daripada positif. Penelitian: Baumeister et al. – “Bad is Stronger Than Good” (2001) Misalnya, satu kritik terasa lebih dalam dibandin...
Bimbingan belajar matematika tingkat menengah dan dasar, free *)