Bid dan Offer Saham: Panduan Lengkap Membaca Order Book, Supply-Demand, serta Kekuatan Pembeli dan Penjual
Panduan ini membahas konsep dasar order book, perbedaan Bid dan Ask (Offer), mekanisme transaksi, hubungan antara antrean beli dan antrean jual, cara membaca kekuatan supply-demand, hingga kesalahan umum yang sering terjadi ketika menganalisis pergerakan harga saham.
A. Pengertian Bid dan Ask (Offer)
Apa Itu Bid?
Bid adalah antrean beli, yaitu kumpulan investor yang siap membeli saham pada harga tertentu.
- Disebut juga Buy Queue.
- Menunjukkan jumlah lot yang siap dibeli.
- Semakin besar Bid, semakin besar daya serap terhadap tekanan jual.
Apa Itu Ask atau Offer?
Ask dan Offer memiliki arti yang sama, yaitu antrean jual.
- Investor siap menjual pada harga tertentu.
- Dalam aplikasi sekuritas Indonesia lebih sering disebut Offer.
- Dalam literatur internasional lebih sering disebut Ask.
Perbedaan Bid dan Ask
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Bid | Antrean beli |
| Ask / Offer | Antrean jual |
| Bid Volume | Jumlah lot yang siap dibeli |
| Offer Volume | Jumlah lot yang siap dijual |
B. Mekanisme Terjadinya Transaksi Saham
Market Buy
Investor yang melakukan Market Buy akan membeli saham pada antrean Ask atau Offer.
Market Sell
Investor yang melakukan Market Sell akan menjual saham kepada antrean Bid.
Alur Matching Order
Jika Investor Membeli
- Order membeli mengenai Offer.
- Offer berkurang.
- Jika Offer habis, harga dapat naik ke Offer berikutnya.
Jika Investor Menjual
- Order menjual mengenai Bid.
- Bid berkurang.
- Jika Bid habis, harga dapat turun ke Bid berikutnya.
C. Cara Membaca Order Book
Bid Lebih Besar daripada Offer
Menunjukkan minat beli lebih besar daripada minat jual pada saat itu.
Interpretasi
- Tekanan beli lebih kuat.
- Harga cenderung lebih mudah bertahan.
- Berpotensi naik jika pembeli mulai membeli di Offer.
Offer Lebih Besar daripada Bid
Menunjukkan tekanan jual lebih besar dibandingkan tekanan beli.
Interpretasi
- Harga lebih mudah turun.
- Pembeli harus lebih kuat agar harga tetap naik.
Bid dan Offer Seimbang
Menunjukkan kekuatan pembeli dan penjual relatif seimbang.
D. Hubungan Bid dengan Penjualan
Mengapa Penjual Mengenai Bid?
Karena investor yang menjual secara aktif akan mencocokkan ordernya dengan antrean Bid yang tersedia.
Jika Bid Kecil
- Penjualan besar tidak dapat seluruhnya tertampung.
- Order akan turun ke Bid berikutnya.
- Harga cenderung turun.
Jika Bid Besar
- Penjualan langsung terserap.
- Harga lebih mudah bertahan.
- Tekanan jual menjadi lebih kecil terhadap harga.
E. Contoh Mekanisme Penyerapan Bid
Contoh Bullish
Order Book
- Bid Rp500 = 1.000.000 lot
- Offer Rp501 = 100.000 lot
Terjadi Market Sell 700.000 Lot
- Seluruh saham terserap di Bid Rp500.
- Masih tersisa Bid.
- Harga tidak turun.
Artinya daya serap pembeli sangat kuat.
Contoh Bearish
Order Book
- Bid Rp500 = 100.000 lot
- Investor menjual 700.000 lot.
Hasil
- Bid Rp500 habis.
- Order turun ke Rp499.
- Turun lagi ke Rp498.
- Harga melemah.
F. Urutan Kekuatan Supply dan Demand
1. Bid Lebih Besar daripada Offer
Merupakan kondisi paling kuat berdasarkan pembacaan order book karena daya serap pembeli tinggi.
2. Bid dan Offer Relatif Seimbang
Harga masih dapat naik apabila pembeli mulai lebih agresif.
3. Offer Lebih Besar daripada Bid
Tekanan jual lebih dominan sehingga peluang harga turun lebih besar.
G. Apakah Bid Besar Berarti Investor Ingin Menyimpan Saham?
Jawaban Singkat
Tidak selalu.
Yang Dapat Disimpulkan
- Minat beli lebih besar.
- Permintaan lebih tinggi.
- Harga berpotensi lebih kuat.
Yang Tidak Bisa Langsung Disimpulkan
- Semua investor akan holding.
- Investor membeli untuk jangka panjang.
- Tidak akan terjadi aksi jual.
H. Kapan Bisa Disebut Banyak Investor Holding?
Ciri-Ciri
- Offer semakin tipis.
- Bid tetap besar.
- Harga naik bertahap.
- Volume tetap tinggi.
- Kondisi berlangsung cukup lama.
Kombinasi tersebut lebih kuat menunjukkan bahwa banyak investor memilih mempertahankan kepemilikan saham.
I. Kesalahan Umum Saat Membaca Order Book
Hanya Melihat Bid Besar
Bid besar belum tentu berarti harga pasti naik.
Hanya Melihat Offer Kecil
Offer kecil belum tentu menunjukkan saham akan terus naik.
Mengabaikan Volume
Volume transaksi tetap diperlukan sebagai konfirmasi.
Mengabaikan Pergerakan Harga
Order book harus dianalisis bersama price action.
J. Ringkasan Konsep Penting
Konsep Dasar
- Bid = antrean beli.
- Ask = Offer = antrean jual.
- Market Buy mengenai Offer.
- Market Sell mengenai Bid.
Hubungan dengan Harga
- Bid besar lebih mudah menyerap tekanan jual.
- Offer besar menjadi hambatan kenaikan harga.
- Bid kecil membuat harga lebih mudah turun.
- Offer kecil membuat harga lebih mudah naik.
Kesimpulan Utama
Dalam analisis order book, fokus utama adalah melihat apakah antrean Bid mampu menyerap tekanan jual tanpa membuat harga turun. Semakin besar daya serap Bid terhadap penjualan, semakin kuat indikasi bahwa permintaan lebih dominan dibandingkan penawaran. Namun, keputusan investasi tetap sebaiknya mempertimbangkan volume transaksi, pergerakan harga, tren, dan analisis fundamental agar memperoleh gambaran yang lebih menyeluruh.
Komentar
Posting Komentar
Kami berhak untuk menghapus komentar yang tidak sesuai dengan kebijakan komentar kami