Langsung ke konten utama

Bandara Internasional di Indonesia

Bandara Internasional Indonesia Lengkap 2026

Bandara Internasional di Indonesia: Daftar Lengkap 17 dan 31 Bandara Terbaru

Indonesia memiliki sejumlah bandara yang melayani penerbangan internasional. Jumlah bandara internasional dapat berbeda tergantung regulasi yang digunakan. Berdasarkan kebijakan terbaru, terdapat kategori bandara internasional utama yang aktif melayani penerbangan reguler serta daftar bandara internasional yang ditetapkan pemerintah melalui regulasi terbaru.

Pengertian Bandara Internasional

Bandara internasional adalah bandar udara yang memiliki fasilitas imigrasi, bea cukai, karantina, keamanan, dan pelayanan penerbangan yang memungkinkan pesawat datang atau berangkat langsung dari dan ke luar negeri.

Jumlah Bandara Internasional di Indonesia

17 Bandara Internasional Utama (Aktif Reguler)

Kelompok ini merupakan bandara yang secara aktif melayani penerbangan internasional reguler dan menjadi gerbang utama Indonesia ke berbagai negara.

31 Bandara Internasional (Penetapan KM 37 Tahun 2025)

Melalui regulasi terbaru, pemerintah menetapkan 31 bandara internasional yang dapat melayani penerbangan internasional sesuai kebutuhan, potensi daerah, pariwisata, perdagangan, investasi, dan kepentingan strategis nasional.

Daftar 17 Bandara Internasional Utama Aktif Reguler

Urut Abjad

1. Adi Soemarmo

Boyolali, Jawa Tengah.

2. Halim Perdanakusuma

Jakarta.

3. Hang Nadim

Batam, Kepulauan Riau.

4. I Gusti Ngurah Rai

Badung, Bali.

5. Juanda

Sidoarjo, Jawa Timur.

6. Juwata

Tarakan, Kalimantan Utara.

7. Kertajati

Majalengka, Jawa Barat.

8. Komodo

Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur.

9. Kualanamu

Deli Serdang, Sumatera Utara.

10. Kulon Progo (Yogyakarta International Airport)

Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.

11. Minangkabau

Padang Pariaman, Sumatera Barat.

12. Pattimura

Ambon, Maluku.

13. Sam Ratulangi

Manado, Sulawesi Utara.

14. Sentani

Jayapura, Papua.

15. Soekarno–Hatta

Tangerang, Banten.

16. Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan

Balikpapan, Kalimantan Timur.

17. Sultan Hasanuddin

Maros, Sulawesi Selatan.

18. Sultan Iskandar Muda

Aceh Besar, Aceh.

19. Sultan Syarif Kasim II

Pekanbaru, Riau.

20. Zainuddin Abdul Madjid

Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.

Daftar 31 Bandara Internasional Indonesia

Urut Abjad

1. Adi Soemarmo

2. El Tari

3. Frans Kaisiepo

4. Halim Perdanakusuma

5. Hang Nadim

6. I Gusti Ngurah Rai

7. Juanda

8. Juwata

9. Kertajati

10. Komodo

11. Kualanamu

12. Kulon Progo (Yogyakarta International Airport)

13. Minangkabau

14. Mopah

15. Pattimura

16. Raja Haji Fisabilillah

17. Radin Inten II

18. Sam Ratulangi

19. Sentani

20. Soekarno–Hatta

21. Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan

22. Sultan Babullah

23. Sultan Hasanuddin

24. Sultan Iskandar Muda

25. Sultan Muhammad Salahuddin

26. Sultan Syarif Kasim II

27. Supadio

28. Syamsudin Noor

29. Tjilik Riwut

30. Zainuddin Abdul Madjid

31. Mutiara SIS Al-Jufrie

Fungsi Bandara Internasional

Menghubungkan Indonesia dengan Dunia

Bandara internasional menjadi gerbang utama mobilitas masyarakat, wisatawan, pelajar, tenaga kerja, dan pelaku bisnis antarnegara.

Mendukung Pariwisata

Destinasi wisata seperti Bali, Labuan Bajo, Yogyakarta, Lombok, dan Manado sangat bergantung pada akses penerbangan internasional.

Mendorong Pertumbuhan Ekonomi

Bandara internasional memperlancar perdagangan, investasi, logistik, dan kegiatan ekonomi lintas negara.

Mendukung Konektivitas Nasional

Selain melayani penerbangan luar negeri, bandara internasional juga berfungsi sebagai hub yang menghubungkan berbagai wilayah Indonesia.

Bandara Internasional Tersibuk di Indonesia

Soekarno–Hatta

Merupakan bandara tersibuk di Indonesia dan salah satu yang terbesar di Asia Tenggara.

I Gusti Ngurah Rai

Gerbang utama wisatawan mancanegara menuju Bali.

Juanda

Menjadi pusat transportasi udara penting di Indonesia bagian timur.

Kualanamu

Bandara utama Sumatera yang melayani berbagai rute internasional.

Perbedaan Bandara Domestik dan Internasional

Bandara Domestik

Hanya melayani penerbangan dalam negeri dan tidak memiliki fasilitas lengkap untuk pemeriksaan internasional.

Bandara Internasional

Melayani penerbangan luar negeri serta memiliki fasilitas imigrasi, karantina, bea cukai, dan keamanan internasional.

Kesimpulan

Jumlah bandara internasional di Indonesia dapat berbeda tergantung dasar regulasi yang digunakan. Jika mengacu pada bandara internasional utama yang aktif melayani penerbangan reguler, jumlahnya sekitar 17–20 bandara. Sementara berdasarkan penetapan pemerintah melalui KM 37 Tahun 2025, terdapat 31 bandara internasional yang tersebar di berbagai provinsi Indonesia.

Glosarium

Adi Soemarmo: Bandara internasional yang berlokasi di Boyolali, Jawa Tengah, dan melayani wilayah Surakarta serta sekitarnya.

El Tari: Bandara internasional di Kupang, Nusa Tenggara Timur, yang menjadi gerbang utama Indonesia bagian tenggara.

Frans Kaisiepo: Bandara internasional yang berada di Biak, Papua, dan dinamai berdasarkan tokoh nasional Frans Kaisiepo.

Halim Perdanakusuma: Bandara internasional di Jakarta yang juga digunakan untuk penerbangan pemerintahan dan militer.

Hang Nadim: Bandara internasional di Batam, Kepulauan Riau, yang memiliki salah satu landasan pacu terpanjang di Indonesia.

I Gusti Ngurah Rai: Bandara internasional utama di Bali yang melayani jutaan wisatawan mancanegara setiap tahun.

Juanda: Bandara internasional di Sidoarjo, Jawa Timur, yang menjadi salah satu pusat transportasi udara terbesar di Indonesia.

Juwata: Bandara internasional di Tarakan, Kalimantan Utara, yang melayani penerbangan domestik dan internasional terbatas.

Kertajati: Bandara internasional di Majalengka, Jawa Barat, yang dikenal sebagai Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB).

Komodo: Bandara internasional di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, yang menjadi pintu masuk wisata menuju Taman Nasional Komodo.

Kualanamu: Bandara internasional di Deli Serdang, Sumatera Utara, yang melayani Kota Medan dan sekitarnya.

Kulon Progo (Yogyakarta International Airport/YIA): Bandara internasional utama Daerah Istimewa Yogyakarta yang berlokasi di Kabupaten Kulon Progo.

Minangkabau: Bandara internasional di Padang Pariaman, Sumatera Barat, yang melayani wilayah Kota Padang dan sekitarnya.

Mopah: Bandara internasional di Merauke, Papua Selatan, yang berfungsi sebagai salah satu gerbang udara Indonesia bagian timur.

Mutiara SIS Al-Jufrie: Bandara internasional di Palu, Sulawesi Tengah, yang dinamai untuk menghormati ulama SIS Al-Jufrie.

Pattimura: Bandara internasional di Ambon, Maluku, yang dinamai berdasarkan pahlawan nasional Kapitan Pattimura.

Radin Inten II: Bandara internasional di Lampung Selatan, Provinsi Lampung, yang melayani wilayah Lampung dan sekitarnya.

Raja Haji Fisabilillah: Bandara internasional di Tanjungpinang, Kepulauan Riau, yang dinamai berdasarkan pahlawan nasional Raja Haji Fisabilillah.

Sam Ratulangi: Bandara internasional di Manado, Sulawesi Utara, yang menjadi gerbang udara utama kawasan utara Indonesia.

Sentani: Bandara internasional di Jayapura, Papua, yang terletak di tepi Danau Sentani.

Soekarno–Hatta: Bandara internasional terbesar dan tersibuk di Indonesia yang berlokasi di Tangerang, Banten.

Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan: Bandara internasional di Balikpapan, Kalimantan Timur, yang menjadi hub penting di Pulau Kalimantan.

Sultan Babullah: Bandara internasional di Ternate, Maluku Utara, yang dinamai berdasarkan Sultan Babullah dari Kesultanan Ternate.

Sultan Hasanuddin: Bandara internasional di Maros, Sulawesi Selatan, yang melayani Kota Makassar dan kawasan Indonesia timur.

Sultan Iskandar Muda: Bandara internasional di Aceh Besar, Aceh, yang menjadi gerbang utama Provinsi Aceh.

Sultan Muhammad Salahuddin: Bandara internasional di Bima, Nusa Tenggara Barat, yang melayani wilayah Pulau Sumbawa bagian timur.

Sultan Syarif Kasim II: Bandara internasional di Pekanbaru, Riau, yang menjadi salah satu pusat transportasi udara Sumatera.

Supadio: Bandara internasional di Kubu Raya, Kalimantan Barat, yang melayani Kota Pontianak dan sekitarnya.

Syamsudin Noor: Bandara internasional di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, yang melayani wilayah metropolitan Banjarmasin.

Tjilik Riwut: Bandara internasional di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, yang dinamai berdasarkan pahlawan nasional Tjilik Riwut.

Zainuddin Abdul Madjid: Bandara internasional di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, yang menjadi gerbang utama Pulau Lombok.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Subjek, Materi, Topik, Subtopik, Bahasan

Perbedaan Subjek, Materi, Topik, Subtopik, dan Bahasan/Butir dalam Pembelajaran Struktur Penyusunan Materi Pembelajaran Memahami Perbedaan Subjek, Materi, Topik, Subtopik, dan Bahasan/Butir Dalam konteks pembelajaran, jika dilihat dari hierarki umum mulai dari konsep yang lebih luas hingga yang lebih spesifik, urutannya adalah: Subjek (Sinonim: Bidang, Disiplin Ilmu) Subjek merujuk pada bidang utama atau disiplin ilmu yang dipelajari, seperti Matematika, Biologi, atau Sejarah. Materi (Sinonim: Isi, Bahan Ajar, Konten) Materi adalah isi atau bahan ajar yang terkait dengan subjek tertentu, seperti persamaan kuadrat dalam Matematika atau sistem pencernaan dalam Biologi. Topik (Sinonim: Pokok Bahasan, Tema, Isu) Topik adalah bagian spesifik dari ma...

Perbedaan Level Kemampuan Bahasa

Panduan Lengkap Level Kemampuan Bahasa: CV, CEFR A1–C2, Dunia Kerja, dan Tes Bahasa Internasional Level Kemampuan Bahasa: Dunia Kerja & Pendidikan 1️⃣ Pengantar Pengelompokan level kemampuan bahasa digunakan untuk menggambarkan sejauh mana seseorang dapat memahami, berbicara, membaca, dan menulis dalam suatu bahasa. Perlu dipahami bahwa tidak ada satu standar tunggal yang mengatur jumlah maupun penamaan level kemampuan bahasa, karena pengelompokan tersebut berkembang sesuai kebutuhan penggunaan, baik secara formal maupun informal . Dalam konteks percakapan sehari-hari dan penulisan CV, level kemampuan bahasa sering disederhanakan menjadi istilah seperti Basic , Conversational , Fluent , atau Native . Pengelompokan ini bersifat praktis dan mudah dipahami, namun tidak selalu mencerminkan kemampuan bahasa secara terukur dan objektif. Untuk keperluan akademik, pendidikan, sertifikasi, dan kebutuhan profesiona...

Pembagian Waktu Indonesia, AM, dan PM dalam 24 jam

Pembagian Waktu Indonesia, AM, dan PM Zona Waktu Indonesia (WIB, WITA, WIT), AM, dan PM Indonesia menggunakan tiga zona waktu resmi: WIB , WITA , dan WIT . Selain itu, dalam kehidupan sehari-hari kita juga mengenal pembagian waktu seperti pagi, siang, sore, dan malam, yang dalam bahasa Inggris disetarakan dengan morning , afternoon , evening , dan night . Istilah AM dan PM menunjukkan waktu sebelum dan sesudah tengah hari. Perlu dipahami bahwa tengah hari (12:00) secara umum termasuk dalam “siang” . Indonesia membentang cukup luas dari barat ke timur sehingga dibagi menjadi tiga zona waktu. Pembagian ini mengikuti standar internasional UTC (Coordinated Universal Time) . WIB (UTC+7) — Wilayah Barat Indonesia Meliputi: Sumatra, Jawa, Bali, Madura, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah. Contoh waktu: Jika di UTC pukul 10:00, maka di WIB pukul 17:00 . W...