Langsung ke konten utama

Pedoman Menulis Media yang Kredibel

Aturan Menulis Media: Data, Etika, Valid

Pedoman Lengkap Penulisan dan Penyuntingan Naskah Media

Dokumen ini menjadi acuan resmi bagi penulis dan redaksi dalam menyusun, menilai, menyunting, serta mempublikasikan naskah agar memenuhi standar kualitas, akurasi, etika jurnalistik, dan kepatuhan hukum.


1. Ruang Lingkup dan Jenis Tulisan

1.1 Jenis Tulisan yang Diterima

Bagian ini menjelaskan jenis tulisan yang dapat dimuat, termasuk karakteristik, tujuan penulisan, serta contoh nyata agar penulis memahami perbedaannya.

1.1.1 Kategori Tulisan

  • Opini
    Tulisan yang berisi pendapat pribadi penulis terhadap suatu isu aktual, disertai argumen logis dan etis. Tidak wajib netral, tetapi harus bertanggung jawab dan berbasis fakta.

    Ciri utama: sudut pandang personal, argumentatif, reflektif.
    Contoh:
    https://www.kompas.id/baca/opini

  • Analisis
    Tulisan yang membedah sebuah persoalan secara mendalam dan sistematis, menggunakan data, teori, atau kerangka berpikir tertentu. Penulis menempatkan diri lebih objektif dibanding opini.

    Ciri utama: berbasis data, sebab-akibat jelas, struktur logis.
    Contoh:
    https://theconversation.com/id

  • Feature
    Tulisan jurnalistik yang menekankan kisah, pengalaman manusia, atau sisi kemanusiaan dari suatu peristiwa. Lebih naratif dan emosional dibanding berita lurus.

    Ciri utama: bercerita, deskriptif, human interest.
    Contoh:
    https://www.nationalgeographic.com/history

  • Esai Populer
    Tulisan reflektif yang menggabungkan gagasan, pengalaman, dan pengetahuan umum, ditulis dengan bahasa ringan agar mudah dipahami pembaca luas.

    Ciri utama: santai, komunikatif, tidak akademis kaku.
    Contoh:
    https://medium.com/tag/essay

  • Narasi Berbasis Data
    Tulisan yang mengolah data statistik atau riset menjadi cerita yang mudah dipahami, sering diperkaya visualisasi atau penjelasan kontekstual.

    Ciri utama: data kuat, interpretasi jelas, storytelling informatif.
    Contoh:
    https://databoks.katadata.co.id

1.1.2 Batasan Tulisan

  • Bukan rilis iklan, advertorial, atau konten promosi tersembunyi
    Tulisan tidak boleh bertujuan utama menjual produk, jasa, tokoh, atau lembaga tertentu, baik secara langsung maupun terselubung.
  • Bukan kampanye politik terselubung
    Tulisan tidak diarahkan untuk memenangkan, menjatuhkan, atau memobilisasi dukungan terhadap partai, calon, atau kepentingan politik tertentu.
  • Tidak bertentangan dengan hukum dan Kode Etik Jurnalistik
    Tulisan wajib menghormati hukum yang berlaku, tidak mengandung fitnah, ujaran kebencian, hoaks, atau pelanggaran hak privasi.

1.2 Panjang dan Segmentasi Pembaca

1.2.1 Panjang Naskah

  • Minimal 600 kata
  • Maksimal 1.200 kata, kecuali atas persetujuan redaksi

1.2.2 Segmentasi Pembaca

Segmentasi pembaca menjelaskan siapa yang membaca tulisan, apa latar belakangnya, dan bagaimana penulis sebaiknya menyesuaikan bahasa, kedalaman, serta sudut pandang.

  • Masyarakat Umum
    Pembaca dari berbagai latar belakang non-spesialis yang membutuhkan penjelasan jelas dan relevan dengan kehidupan sehari-hari.

    Contoh profil pembaca:
    • Petani, nelayan, pedagang pasar
    • Ibu rumah tangga, pekerja informal
    • Pelajar SMA, mahasiswa awal
    • Warga umum yang aktif mengikuti isu sosial
    Ciri bahasa: sederhana, naratif, minim istilah teknis.
    Contoh rujukan:
    https://www.kompas.com

  • Profesional dan Praktisi
    Pembaca yang memiliki pengalaman kerja atau keahlian terapan, dan tertarik pada solusi nyata serta implikasi praktis.

    Contoh profil pembaca:
    • Guru dan kepala sekolah
    • Dokter, perawat, tenaga kesehatan
    • Insinyur, arsitek, teknisi
    • Pengusaha UMKM, manajer, konsultan
    • Aparatur sipil negara, perencana kebijakan
    Ciri bahasa: lugas, aplikatif, boleh menggunakan istilah teknis terbatas.
    Contoh rujukan:
    https://www.mckinsey.com/insights

  • Pembaca Akademik Populer
    Pembaca dengan latar pendidikan tinggi atau minat akademik yang menginginkan kedalaman analisis, tetapi tetap dalam bahasa populer.

    Contoh profil pembaca:
    • Dosen dan peneliti
    • Mahasiswa S1 akhir, S2, dan S3
    • Peneliti independen dan analis kebijakan
    • Guru besar, cendekiawan publik
    Ciri bahasa: argumentatif, konseptual, berbasis rujukan.
    Contoh rujukan:
    https://theconversation.com/id

2. Standar Data, Referensi, dan Validasi Sumber

2.1 Pengertian dan Bentuk Data

2.1.1 Definisi Data

Data adalah setiap informasi faktual yang dapat diverifikasi kebenarannya, baik berupa angka, pernyataan, dokumen, maupun hasil penelitian.

2.1.2 Bentuk Data yang Wajib Disertai Sumber

  • Statistik dan angka
  • Hasil riset atau survei
  • Dokumen resmi
  • Kutipan pernyataan tokoh atau lembaga

2.2 Hirarki dan Kelayakan Sumber

2.2.1 Hirarki Sumber

  • Sumber primer (dokumen resmi, data negara)
  • Sumber sekunder (media kredibel, laporan lembaga)
  • Sumber tersier (opini, interpretasi)

2.2.2 Sumber yang Tidak Diterima

  • Sumber anonim tanpa verifikasi
  • Tangkapan layar tanpa konteks
  • Data tanpa tahun dan asal yang jelas

3. Bahasa, Gaya, dan Kaidah Penulisan

3.1 Bahasa Indonesia Baku

3.1.1 Ketentuan Bahasa

  • Mengacu pada PUEBI dan KBBI
  • Menghindari bahasa lisan, slang, dan singkatan tidak baku
  • Menggunakan kalimat efektif, lugas, dan tidak multitafsir

3.2 Struktur dan Logika Tulisan

3.2.1 Struktur Umum

  • Pembuka: konteks dan latar belakang
  • Isi: data, analisis, dan argumentasi
  • Penutup: kesimpulan atau refleksi

4. Penulisan Kutipan dan Atribusi

4.1 Jenis Kutipan

4.1.1 Kutipan Langsung dan Tidak Langsung

  • Kutipan langsung ditulis apa adanya dan tidak dipotong maknanya
  • Kutipan tidak langsung wajib menjaga substansi pernyataan

4.2 Atribusi Sumber

4.2.1 Unsur Atribusi Wajib

  • Nama lengkap
  • Jabatan
  • Lembaga atau afiliasi

5. Etika Opini, Kritik, dan Konflik Kepentingan

5.1 Etika Opini dan Kritik

5.1.1 Batasan Kritik

  • Berbasis data dan fakta
  • Tidak menyerang pribadi
  • Tidak mengandung fitnah atau tuduhan tanpa dasar

5.2 Konflik Kepentingan

5.2.1 Kewajiban Pengungkapan Penulis

  • Afiliasi profesional atau institusional
  • Hubungan personal yang relevan dengan isi tulisan

6. Hak Cipta dan Plagiarisme

6.1 Plagiarisme

6.1.1 Ketentuan Umum

  • Dilarang menjiplak sebagian atau seluruh karya pihak lain
  • Parafrase wajib mencantumkan sumber rujukan

7. Penggunaan Istilah Sensitif dan Inklusivitas

7.1 Bahasa Sensitif

7.1.1 Ketentuan

  • Menghindari ujaran kebencian dan diskriminasi
  • Menggunakan bahasa yang netral dan inklusif

8. Visual Pendukung Tulisan

8.1 Jenis dan Ketentuan Visual

8.1.1 Ketentuan Visual

  • Foto, ilustrasi, dan infografik harus relevan dengan isi tulisan
  • Visual wajib memiliki sumber dan hak penggunaan yang jelas
  • Redaksi berhak menolak visual yang tidak layak publikasi

9. Proses Editorial, Revisi, dan Penolakan

9.1 Penyuntingan Redaksi

9.1.1 Ruang Lingkup Editing

  • Perbaikan ejaan, tanda baca, dan typo
  • Penyempurnaan struktur dan efektivitas kalimat
  • Penyesuaian gaya bahasa redaksi tanpa mengubah konteks

9.2 Revisi, Persetujuan, dan Penolakan

9.2.1 Ketentuan Proses

  • Proses editorial dan persetujuan maksimal 3 (tiga) hari kerja
  • Redaksi berhak meminta revisi atau menolak naskah
  • Penulis berhak memperoleh penjelasan atas revisi atau penolakan

10. Tanggung Jawab Hukum dan Penutup

10.1 Kepatuhan Hukum

10.1.1 Landasan Hukum

  • Undang-Undang Pers
  • Peraturan perundang-undangan terkait

10.2 Tujuan Pedoman

10.2.1 Prinsip Utama

  • Akurat
  • Etis
  • Bertanggung jawab
  • Kredibel

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Subjek, Materi, Topik, Subtopik, Bahasan

Perbedaan Subjek, Materi, Topik, Subtopik, dan Bahasan/Butir dalam Pembelajaran Struktur Penyusunan Materi Pembelajaran Memahami Perbedaan Subjek, Materi, Topik, Subtopik, dan Bahasan/Butir Dalam konteks pembelajaran, jika dilihat dari hierarki umum mulai dari konsep yang lebih luas hingga yang lebih spesifik, urutannya adalah: Subjek (Sinonim: Bidang, Disiplin Ilmu) Subjek merujuk pada bidang utama atau disiplin ilmu yang dipelajari, seperti Matematika, Biologi, atau Sejarah. Materi (Sinonim: Isi, Bahan Ajar, Konten) Materi adalah isi atau bahan ajar yang terkait dengan subjek tertentu, seperti persamaan kuadrat dalam Matematika atau sistem pencernaan dalam Biologi. Topik (Sinonim: Pokok Bahasan, Tema, Isu) Topik adalah bagian spesifik dari materi, misalnya t...

Perbedaan Level Kemampuan Bahasa

Panduan Lengkap Level Kemampuan Bahasa: CV, CEFR A1–C2, Dunia Kerja, dan Tes Bahasa Internasional Level Kemampuan Bahasa: Dunia Kerja & Pendidikan 1️⃣ Pengantar Pengelompokan level kemampuan bahasa digunakan untuk menggambarkan sejauh mana seseorang dapat memahami, berbicara, membaca, dan menulis dalam suatu bahasa. Perlu dipahami bahwa tidak ada satu standar tunggal yang mengatur jumlah maupun penamaan level kemampuan bahasa, karena pengelompokan tersebut berkembang sesuai kebutuhan penggunaan, baik secara formal maupun informal . Dalam konteks percakapan sehari-hari dan penulisan CV, level kemampuan bahasa sering disederhanakan menjadi istilah seperti Basic , Conversational , Fluent , atau Native . Pengelompokan ini bersifat praktis dan mudah dipahami, namun tidak selalu mencerminkan kemampuan bahasa secara terukur dan objektif. Untuk keperluan akademik, pendidikan, sertifikasi, dan kebutuhan profesional internasional,...

Pembagian Waktu Indonesia, AM, dan PM dalam 24 jam

Pembagian Waktu Indonesia, AM, dan PM Zona Waktu Indonesia (WIB, WITA, WIT), AM, dan PM Indonesia menggunakan tiga zona waktu resmi: WIB , WITA , dan WIT . Selain itu, dalam kehidupan sehari-hari kita juga mengenal pembagian waktu seperti pagi, siang, sore, dan malam, yang dalam bahasa Inggris disetarakan dengan morning , afternoon , evening , dan night . Istilah AM dan PM menunjukkan waktu sebelum dan sesudah tengah hari. Perlu dipahami bahwa tengah hari (12:00) secara umum termasuk dalam “siang” . Indonesia membentang cukup luas dari barat ke timur sehingga dibagi menjadi tiga zona waktu. Pembagian ini mengikuti standar internasional UTC (Coordinated Universal Time) . WIB (UTC+7) — Wilayah Barat Indonesia Meliputi: Sumatra, Jawa, Bali, Madura, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah. Contoh waktu: Jika di UTC pukul 10:00, maka di WIB pukul 17:00 . WITA (UTC+8) — Wi...