Distribusi terjadi ketika investor besar atau institusional secara bertahap menjual saham mereka kepada investor ritel tanpa menyebabkan lonjakan harga secara langsung. Meskipun banyak pembelian dari investor kecil, harga saham tetap turun karena tekanan jual yang lebih besar dari pemegang saham besar.
Investor besar tidak menjual saham mereka secara langsung dalam jumlah besar, melainkan melepasnya secara bertahap untuk menghindari kepanikan pasar. Ini menciptakan ilusi permintaan yang tinggi, padahal sebenarnya ada distribusi besar yang sedang berlangsung.
Contoh: Dalam beberapa hari terakhir, volume perdagangan tinggi dengan banyak investor ritel membeli, tetapi harga saham terus turun. Ini menunjukkan bahwa ada tekanan jual dari investor institusional yang sedang mendistribusikan saham mereka kepada investor kecil.
Berita negatif merupakan salah satu strategi yang digunakan oleh influencer untuk memengaruhi pasar. Mereka dapat menyebarkan rumor atau informasi negatif guna membentuk persepsi tertentu, yang pada akhirnya menurunkan kepercayaan investor. Hal ini dapat mendorong harga saham turun, meskipun masih terjadi aksi beli di pasar dan fundamental perusahaan tetap tidak berubah. Faktor Berita & Sentimen yang Mendorong Harga Saham turun:
Jika media atau influencer menyebarkan sentimen negatif, investor bisa panik dan menjual aset, meskipun fundamentalnya tidak berubah.
Contoh: Sebuah media besar memberitakan bahwa pemerintah akan memperketat regulasi terhadap Bitcoin, menyebabkan banyak investor menjual karena takut harga turun, meskipun masih ada permintaan tinggi.

Komentar
Posting Komentar
Kami berhak untuk menghapus komentar yang tidak sesuai dengan kebijakan komentar kami