Kapulaga: Sejarah, Budidaya, dan 8 Varietasnya
Kapulaga adalah salah satu rempah-rempah tertua dan termahal di dunia yang telah digunakan dalam masakan dan pengobatan tradisional sejak zaman kuno. Rempah ini terkenal karena aromanya yang khas dan berbagai manfaat kesehatannya.
Nama Latin: Elettaria cardamomum
Nama dalam Bahasa Inggris: Cardamom
Sejarah Kapulaga
Kapulaga pertama kali dikenal di India Selatan dan Sri Lanka. Rempah ini telah digunakan selama lebih dari 4.000 tahun, terutama dalam pengobatan tradisional Ayurveda. Di abad pertengahan, kapulaga menjadi salah satu komoditas berharga yang diperdagangkan oleh pedagang Arab ke Eropa, di mana ia digunakan untuk tujuan kuliner dan pengobatan, terutama untuk masalah pencernaan dan pernapasan.
Kapulaga juga disebut dalam teks kuno seperti Ayurveda dan Sharangadhara Samhita, yang memuji manfaatnya dalam menjaga keseimbangan tubuh.
Budidaya Kapulaga
Kapulaga tumbuh subur di iklim tropis dengan curah hujan tinggi dan tanah yang kaya organik. Tanaman ini membutuhkan kondisi yang lembap dan teduh dengan suhu optimal antara 10-35°C. Budidaya kapulaga biasanya dilakukan di lereng bukit dengan ketinggian 600-1500 meter di atas permukaan laut.
Kondisi Tanah: Tanah gembur, kaya bahan organik, dan memiliki drainase yang baik.
Iklim: Tropis, dengan curah hujan antara 1.500-4.000 mm per tahun.
Perkembangbiakan: Kapulaga diperbanyak melalui biji atau rimpang, dan mulai berbunga serta menghasilkan buah dalam 2-3 tahun setelah penanaman.
Negara-negara produsen utama kapulaga termasuk India, Guatemala, Sri Lanka, dan Tanzania.
8 Varietas Kapulaga
1. Kapulaga Hijau (Elettaria cardamomum)
Deskripsi: Varietas kapulaga yang paling umum. Buahnya kecil, berwarna hijau cerah dengan rasa manis, aromatik, dan sedikit pedas.
Asal: India Selatan, Sri Lanka, dan Guatemala.
Penggunaan: Sering digunakan dalam masakan, teh chai, kari, dan hidangan penutup.
2. Kapulaga Hitam (Amomum subulatum)
Deskripsi: Kapulaga dengan buah lebih besar, warna cokelat tua atau hitam, dan rasa yang lebih kuat serta pedas.
Asal: Himalaya, Nepal, India Utara, Bhutan.
Penggunaan: Digunakan dalam kari berat dan hidangan daging, serta pengobatan tradisional Ayurveda.
3. Kapulaga Siam (Amomum krervanh)
Deskripsi: Kapulaga dengan warna putih hingga kekuningan dan rasa lebih ringan dibandingkan kapulaga hijau atau hitam.
Asal: Thailand dan Kamboja.
Penggunaan: Digunakan dalam masakan Thailand dan Kamboja, serta pengobatan tradisional.
4. Kapulaga Jawa (Amomum compactum)
Deskripsi: Buah kapulaga lebih kecil dan rasa lebih ringan. Berbentuk bulat dengan warna keputihan atau cokelat muda.
Asal: Pulau Jawa, Indonesia.
Penggunaan: Digunakan dalam masakan tradisional Indonesia serta ramuan herbal untuk kesehatan.
5. Kapulaga Nepal (Amomum costatum)
Deskripsi: Mirip dengan kapulaga hitam, namun ukurannya lebih kecil dengan warna yang lebih terang.
Asal: Nepal dan India Utara.
Penggunaan: Digunakan dalam pengobatan tradisional Nepal dan masakan lokal, terutama kari dan sup.
6. Kapulaga Bangladesh (Amomum aromaticum)
Deskripsi: Kapulaga hitam dengan rasa sangat kuat dan pedas, sering digunakan di Bangladesh.
Asal: Bangladesh dan India Timur.
Penggunaan: Digunakan dalam masakan pedas dan kari serta teh yang memberikan rasa pedas.
7. Kapulaga Ethiopia (Aframomum corrorima)
Deskripsi: Kapulaga dengan ukuran biji besar dan rasa serta aroma yang menyerupai kapulaga hijau, namun lebih ringan.
Asal: Ethiopia dan Afrika Timur.
Penggunaan: Digunakan dalam masakan Ethiopia, terutama dalam campuran rempah-rempah seperti berbere dan kari Afrika.
8. Kapulaga Bengal (Amomum subulatum var. Bengalense)
Deskripsi: Subspesies dari kapulaga hitam dengan buah lebih besar dan rasa lebih ringan.
Asal: Bengal, India Timur, dan Bangladesh.
Penggunaan: Digunakan dalam masakan lokal dan pengobatan herbal di wilayah Bengal.
Komentar
Posting Komentar
Kami berhak untuk menghapus komentar yang tidak sesuai dengan kebijakan komentar kami