Penyakit TBC: Tuberkulosis
Definisi
Tuberkulosis (TBC) adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini terutama menyerang paru-paru, tetapi juga dapat mempengaruhi bagian tubuh lainnya seperti ginjal, tulang belakang, dan otak. Gejalanya termasuk batuk berdarah, penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan, demam, keringat malam, dan lemas.
Jenis
- TBC Paru: Jenis TBC yang paling umum, mempengaruhi paru-paru.
- TBC Ekstra Paru: TBC yang mempengaruhi organ tubuh selain paru-paru, seperti kelenjar getah bening, tulang, atau ginjal.
- TBC Meningitis: TBC yang menyerang selaput otak.
TBC Laten
TBC laten adalah kondisi di mana seseorang terinfeksi bakteri TBC tetapi tidak menunjukkan gejala dan tidak menular. Orang dengan TBC laten berisiko mengembangkan TBC aktif di kemudian hari jika tidak diobati atau sistem kekebalan tubuh mereka melemah.
Masa Inkubasi
Secara umum, masa inkubasi TBC berkisar antara 2-12 minggu, meskipun dalam beberapa kasus dapat berlangsung berbulan-bulan hingga tahunan. Masa inkubasi TBC adalah periode antara saat seseorang terinfeksi bakteri TBC hingga munculnya gejala penyakit.
Pencegahan
- Vaksinasi BCG (Bacillus Calmette-Guérin) dapat memberikan perlindungan terhadap TBC, terutama pada anak-anak.
- Menghindari kontak dekat dengan orang yang terinfeksi TBC aktif dan mengobatinya dengan antibiotik.
- Menggunakan masker di tempat-tempat ramai.
- Memastikan tempat tinggal dan tempat kerja memiliki ventilasi yang baik untuk mengurangi konsentrasi bakteri di udara.
- Menjaga sistem kekebalan tubuh dengan pola hidup sehat.
Penularan
Penderita TBC Aktif
- Udara: Bakteri TBC menyebar melalui udara ketika penderita TBC aktif batuk, bersin, berbicara, atau meludah. Droplet kecil yang mengandung bakteri dapat terhirup oleh orang lain, menyebabkan infeksi.
- Kontak Dekat: Orang yang tinggal atau bekerja dekat dengan penderita TBC aktif memiliki risiko lebih tinggi terinfeksi. Penularan lebih mungkin terjadi di ruang tertutup dengan ventilasi buruk.
Lingkungan yang Terinfeksi
- Bakteri di Permukaan: Meskipun lebih jarang, TBC bisa menyebar melalui kontak dengan permukaan yang terkontaminasi droplet infeksius dari penderita TBC aktif.
- Lingkungan Tertutup: Bakteri TBC dapat bertahan di udara dalam ruang tertutup untuk jangka waktu tertentu, sehingga berada di tempat seperti ini tanpa ventilasi yang baik meningkatkan risiko penularan.
Faktor Risiko
- Sistem Kekebalan Tubuh Lemah: Orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, seperti penderita HIV/AIDS, lebih rentan terinfeksi TBC.
- Kondisi Hidup yang Padat: Tinggal di tempat dengan banyak orang dan ventilasi yang buruk, seperti penjara atau tempat penampungan, meningkatkan risiko penularan TBC.
- Paparan yang Lama: Semakin lama seseorang terpapar pada penderita TBC aktif, semakin besar kemungkinan terinfeksi.
Pengobatan
TBC diobati dengan kombinasi antibiotik yang harus diminum secara teratur selama 6-9 bulan. Penting untuk mengikuti regimen pengobatan secara ketat untuk mencegah resistensi obat.
Pengobatan Alternatif
Beberapa orang mencari pengobatan alternatif seperti refleksi atau herbal. Namun, pengobatan alternatif tidak boleh menggantikan pengobatan medis yang diresepkan dokter. Berikut adalah beberapa pengobatan alternatif yang dapat mendukung kesehatan:
- Refleksi: Terapi yang melibatkan penekanan pada titik-titik tertentu di sela-sela jari kaki atau tangan yang dipercaya berhubungan dengan organ tubuh seperti paru-paru.
- Herbal: Minum rebusan dari daun sukun, kunyit putih (Jawa: kumir putih), temulawak, dan gula aren dengan porsi yang variatif atau sesuai preferensi masing-masing, konsumsi buah Sukun. Konsumsi wajib daun katuk (nutrisi setara dengan susu segar) atau pepaya muda lokal, atau kedua-duanya bisa dibuat sayur bening, apalagi ditambah sambal. Daun katuk dan pepaya muda lokal baik dikonsumsi selama 3 hari sebelum ibu menyusui atau bisa juga diberikan kepada hewan ternak yang menyusui.
Hal yang Harus Dilakukan Jika Ada Anggota Keluarga Terkana TBC
- Pastikan anggota keluarga tersebut mengikuti pengobatan yang diresepkan dokter.
- Hindari kontak dekat selama periode infeksi aktif.
- Pastikan lingkungan rumah memiliki ventilasi yang baik.
- Gunakan masker saat berada di sekitar orang yang terinfeksi.
- Monitor kesehatan anggota keluarga lainnya dan lakukan pemeriksaan jika diperlukan.
Dalam upaya memerangi Tuberkulosis (TBC) di Indonesia, berbagai organisasi dan LSM berkolaborasi untuk memberikan edukasi, pengobatan, dan dukungan kepada masyarakat yang terdampak. Yayasan KNCV Indonesia dan Yayasan Stop TB Partnership Indonesia (STPI) berfokus pada peningkatan kapasitas layanan kesehatan dan advokasi. Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) dan Yayasan Lentera Anak Pelangi memiliki peran penting dalam edukasi dan dukungan psikososial, terutama di kalangan komunitas rentan.
Perhimpunan Organisasi Pasien TB Indonesia (POP TB Indonesia) dan Yayasan Peduli TB (YPTB) memberdayakan pasien serta komunitas dalam pencegahan dan pengobatan TBC. Dompet Dhuafa, melalui program kesehatannya, aktif dalam penanganan TBC, sementara Puskesmas di seluruh Indonesia bekerja sama dengan organisasi-organisasi ini untuk memperkuat layanan kesehatan masyarakat.
Kolaborasi ini bertujuan untuk mengurangi penyebaran TBC dan meningkatkan kualitas hidup pasien di Indonesia, termasuk upaya dari Yayasan Rekat Peduli Indonesia yang turut berkontribusi dalam inisiatif ini.
20240804
Komentar
Posting Komentar
Kami berhak untuk menghapus komentar yang tidak sesuai dengan kebijakan komentar kami