Branding merupakan proses esensial
dalam dunia bisnis yang membahas penciptaan identitas suatu produk, layanan,
atau perusahaan. Proses ini melibatkan penggunaan elemen desain, pesan, dan
pengalaman yang konsisten untuk membedakan dan memberikan kesan positif. Tujuan
utama dari branding adalah membangun hubungan yang kuat dengan target audiens,
memastikan bahwa entitas tersebut menjadi dikenali dan diingat oleh konsumen.
Seiring berjalannya waktu, personal branding juga menjadi faktor penentu dalam
karir seseorang. Sebagai contoh, ada kasus di mana seseorang yang bekerja
dengan santai tiba-tiba ditemukan memiliki hubungan positif dengan atasan dan
naik jabatan. Sementara itu, orang lain yang bekerja keras namun tanpa personal
branding yang kuat mungkin kesulitan untuk mencapai perkembangan yang sama.
Untuk mengeksplorasi lebih lanjut, mari kita amati contoh kasus antara Si Joko dan Si Wiro. Meskipun keduanya telah bekerja dalam periode waktu yang relatif sama, Si Joko mampu mencapai kemajuan karir yang lebih baik berkat personal branding yang dimilikinya. Kita dapat menyimpulkan bahwa pembangunan personal branding bukan hanya berlaku bagi para entrepreneur (pengusaha), tetapi juga memiliki peran krusial dalam meningkatkan potensi karir bagi karyawan. Oleh karena itu, penting untuk memahami strategi membangun personal branding agar dapat bersaing di pasar kerja yang semakin kompetitif.
Membangun karir dan personal branding
melalui media sosial. Mengapa personal branding sangat diperlukan, bahkan jika
Anda seorang karyawan. Betapa pentingnya personal branding, terutama bagi
karyawan.
Kembali ke kisah Si Joko dan Si Wiro.
Si Joko, seorang karyawan baru, berhasil naik jabatan dengan cepat, sementara
Si Wiro, yang sudah bekerja bertahun-tahun, 3 atau 4 tahun, tetapi Si Joko,
seorang lulusan baru (fresh graduate), berhasil melampaui Si Wiro lebih cepat
dari rekan-rekannya. Kenapa bisa begitu? Pertanyaan seperti ini sering muncul
di kantor, terutama ketika seorang junior baru masuk dan langsung mendapatkan
promosi. Tanyakan kepada teman-teman yang bekerja di kantor, pernahkah mereka
melihat seseorang yang baru masuk mendapatkan promosi hanya karena pandai
berkomunikasi dan mencari perhatian bos?
Garis bawahi kata-kata "pinter
cari muka." Meskipun memiliki konotasi negatif, sebenarnya, kecerdasan
dalam mencari perhatian adalah tujuan dari personal branding. Jadi, apa itu
personal branding? Pertama-tama, branding adalah aktivitas yang menceritakan
tentang diri kita kepada target audience untuk mendapatkan kepercayaan dan
memberikan kesan positif. Contohnya, Si Joko memahami bahwa memiliki personal
branding yang kuat di tempat kerjanya adalah hal yang penting.
Selanjutnya, personal branding tidak
hanya penting untuk konten kreator, entrepreneur, atau freelancer. Semua orang
memerlukan personal branding karena kita semua memiliki target audience. Si
Joko, sebagai contoh, menceritakan dirinya dengan berbagai cara, menunjukkan
ketepatan waktu, dan berbagai aspek lainnya kepada bosnya, sehingga bosnya
percaya padanya. Akhirnya, tujuannya adalah monetisasi, yaitu mendapatkan
pengakuan dan gaji yang lebih tinggi.
Mungkin saat ini Anda masih merasa
bingung mengenai konsep personal branding. Mari kita lihat beberapa contoh
dengan menampilkan 3 foto satu per satu. Tiap foto akan ditampilkan dari
sebagian kecil ke keseluruhan dengan memberikan petunjuk satu per satu. Foto A,
petunjuknya yaitu seorang YouTuber, selebgram, memiliki channel podcast, dan
petunjuk terakhir, memiliki jumlah saudara kesebelasan sepak bola. Pasti Anda
tahu, dia adalah Atta Halilintar. Foto B, petunjuknya yaitu seorang dokter,
sangat pengertian saat berbicara, sering membicarakan topik seperti kehamilan,
ejakulasi dini, dan hubungan intim. Dia adalah Dr. Boyke. Foto C, petunjuknya
yaitu seorang karyawan swasta yang memiliki kos-kosan dan berusia 53 tahun. Ini
adalah tetangga saya. Bandingkan ketiga foto tersebut, itulah personal
branding.
Jika Anda adalah seorang bos dan Anda memiliki tiga karyawan dengan performa yang bagus, kemungkinan besar Anda akan memilih orang dengan personal branding yang kuat. Karena itu, personal branding sangat penting, baik untuk karyawan, konten kreator, atau pengusaha. Orang lebih cenderung berbisnis atau berinteraksi dengan seseorang yang mereka percayai. Jadi, jangan hanya mencari popularitas, tetapi bangunlah hubungan dengan audiens atau bos Anda dengan cara yang benar. Personal branding adalah cara positif untuk menceritakan tentang diri Anda dan membangun kepercayaan.
Komentar
Posting Komentar
Kami berhak untuk menghapus komentar yang tidak sesuai dengan kebijakan komentar kami