Pada tahun 1985, Robert Sternberg mengusulkan teori kecerdasan tiga-lapis (Triarchic Intelligence). Teori ini mengemukakan bahwa kecerdasan manusia dapat dibagi menjadi tiga komponen utama: kecerdasan analitik, kecerdasan praktis, dan kecerdasan kreatif.
Kecerdasan analitik merujuk pada kemampuan individu dalam berpikir logis,
menganalisis masalah, dan menggunakan penalaran deduktif dan induktif. Ini
melibatkan kemampuan dalam mengurai masalah menjadi komponen-komponen yang
lebih kecil, menemukan hubungan antara informasi yang ada, dan memecahkan
masalah dengan cara yang sistematis.
Kecerdasan praktis berkaitan dengan kemampuan individu untuk mengatasi
tugas-tugas dunia nyata. Ini mencakup kemampuan praktis dalam menggunakan
pengetahuan dan keterampilan dalam situasi kehidupan sehari-hari. Orang dengan
kecerdasan praktis biasanya memiliki kemampuan yang baik dalam beradaptasi
dengan lingkungan, menyesuaikan diri dengan perubahan, dan menemukan solusi
yang efektif dalam situasi konkret.
Kecerdasan kreatif melibatkan kemampuan individu untuk menghasilkan
gagasan-gagasan baru, memecahkan masalah secara inovatif, dan menunjukkan
kreativitas dalam berpikir. Ini melibatkan fleksibilitas berpikir, kemampuan
untuk melihat masalah dari sudut pandang yang berbeda, dan keberanian untuk
berpikir di luar batasan yang konvensional.
Dengan teori kecerdasan tiga-lapis ini, Sternberg menekankan pentingnya
memahami bahwa kecerdasan tidak hanya terbatas pada aspek kognitif belaka,
tetapi juga melibatkan aspek praktis dan kreatif dalam kehidupan sehari-hari. [20230602-id06/06]
Komentar
Posting Komentar
Kami berhak untuk menghapus komentar yang tidak sesuai dengan kebijakan komentar kami