Masokisme adalah dorongan untuk memperoleh kesenangan seksual atau psikologis dari rasa sakit atau penderitaan fisik atau emosional yang dialami oleh diri sendiri. Orang yang memiliki dorongan masokistik sering mencari pengalaman yang melibatkan pukulan, penyiksaan, pengikatan, atau penderitaan fisik atau psikologis lainnya dalam konteks hubungan seksual atau tidak.
Dalam BDSM (Bondage and Discipline, Dominance and Submission, Sadism and Masochism), pasangan yang terlibat dalam aktivitas BDSM menyetujui untuk memberikan dan menerima rasa sakit atau penderitaan fisik dalam konteks hubungan seksual. Dalam kasus ini, tindakan masokistik dianggap sebagai bentuk kesenangan yang sah dan tidak membahayakan jika dilakukan dengan persetujuan kedua belah pihak.
Namun, ketika perilaku masokistik dilakukan tanpa persetujuan atau secara paksa, tindakan tersebut dianggap ilegal dan merupakan bentuk pelecehan atau kekerasan. Orang yang terlibat dalam perilaku masokistik tanpa persetujuan dapat dituntut secara hukum dan dikenakan hukuman yang berat.
Dalam konteks psikologi, masokisme sering dikaitkan dengan gangguan kepribadian borderline atau masokisme seksual. Orang yang mengalami dorongan masokistik mungkin memiliki masalah dengan regulasi emosi dan mencari pengalaman yang melibatkan rasa sakit atau penderitaan sebagai bentuk pengalihan dari ketidaknyamanan atau stres dalam hidup mereka.
Terapi perilaku kognitif dan psikoterapi dapat membantu orang yang mengalami dorongan masokistik untuk memahami akar masalah dan mengembangkan strategi untuk mengatasi perilaku mereka. Terapi juga dapat membantu seseorang untuk mengembangkan kemampuan untuk merasakan kesenangan dan kepuasan dalam konteks hubungan yang sehat dan positif. (6)
Komentar
Posting Komentar
Kami berhak untuk menghapus komentar yang tidak sesuai dengan kebijakan komentar kami