Langsung ke konten utama

Kecerdasan Musikal

       Terkait dengan kecerdasan musikal, Katzowitz (2002) menyatakan bahwa kecerdasan musikal, di mana seseorang sangat sensitif terhadap suara dan memiliki kemampuan untuk menciptakan dan berkomunikasi melalui pola berirama. Menurut Gardner (2003) menyatakan bahwa kecerdasan musikal memuat kemampuan seseorang untuk peka terhadap suara-suara nonverbal yang berada di sekelilingnya termasuk dalam hal nada dan irama. Orang yang memiliki kecerdasan musik juga lebih mudah mengingat sesuatu dan mengekspresikan gagasan-gagasannya apabila dikaitkan dengan musik. Orang yang memiliki kecerdasan musik dapat mengungkapkan pemikiran mereka dalam bentuk musik. Mereka dapat dengan mudah mempelajari sesuatu bila dikaitkan dengan musik atau lagu. Sedangkan menurut Nguyen and Luu (2011), menyatakan bahwa kecerdasan musikal adalah kemampuan untuk menyampaikan sentimen dan perasaan melalui musik. Hal ini juga melibatkan kemampuan untuk mengenali dan menggunakan pitch (nada), ritme (irama), dan melodi.
       Kecerdasan musik dapat dilatihkan dalam pengajaran musik dan pengajaran musik mempunyai dampak positif terhadap kecerdasan lainnya. Menurut Rother (2000) menyatakan bahwa musik harus diajarkan dalam sekolah karena nilai tersendiri, bukan hanya karena efek positif pada matematika, ilmu pengetahuan, dan penalaran. Sedangkan menurut suatu penelitian yang menggunakan informasi dari Pusat Statistik Pendidikan Nasional, Morrison (1994) melaporkan bahwa pada ukuran sampel 13.327 siswa SMA yang berpartisipasi dalam musik melaporkan nilai yang lebih tinggi dalam bahasa Inggris, matematika, sejarah, dan ilmu pengetahuan dibandingkan dengan mereka yang tidak berpartisipasi dalam musik.
       Dari menjelasan di atas menunjukkan bahwa pengajaran musik selain memiliki nilai tersendiri juga berpengaruh dapat meningkatkan  kemampuan matematika siswa. Sedangkan kecerdasan musikal adalah kemampuan berpikir seseorang untuk berkomunikasi (mudah mengingat sesuatu, mengekspresikan gagasan-gagasannya, mengungkapkan pemikiran, mempelajari sesuatu, menyampaikan sentimen dan perasaan) atau menciptakan sesuatu dengan mudah jika dikaitkan dengan musik atau lagu, atau peka terhadap suara-suara nonverbal (nada, irama, dan melodi) dan dapat menggunakannya. (3)

previous page                                                                                          next page

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Subjek, Materi, Topik, Subtopik, Bahasan

Perbedaan Subjek, Materi, Topik, Subtopik, dan Bahasan/Butir dalam Pembelajaran Struktur Penyusunan Materi Pembelajaran Memahami Perbedaan Subjek, Materi, Topik, Subtopik, dan Bahasan/Butir Dalam konteks pembelajaran, jika dilihat dari hierarki umum mulai dari konsep yang lebih luas hingga yang lebih spesifik, urutannya adalah: Subjek (Sinonim: Bidang, Disiplin Ilmu) Subjek merujuk pada bidang utama atau disiplin ilmu yang dipelajari, seperti Matematika, Biologi, atau Sejarah. Materi (Sinonim: Isi, Bahan Ajar, Konten) Materi adalah isi atau bahan ajar yang terkait dengan subjek tertentu, seperti persamaan kuadrat dalam Matematika atau sistem pencernaan dalam Biologi. Topik (Sinonim: Pokok Bahasan, Tema, Isu) Topik adalah bagian spesifik dari ma...

Perbedaan Level Kemampuan Bahasa

Panduan Lengkap Level Kemampuan Bahasa: CV, CEFR A1–C2, Dunia Kerja, dan Tes Bahasa Internasional Level Kemampuan Bahasa: Dunia Kerja & Pendidikan 1️⃣ Pengantar Pengelompokan level kemampuan bahasa digunakan untuk menggambarkan sejauh mana seseorang dapat memahami, berbicara, membaca, dan menulis dalam suatu bahasa. Perlu dipahami bahwa tidak ada satu standar tunggal yang mengatur jumlah maupun penamaan level kemampuan bahasa, karena pengelompokan tersebut berkembang sesuai kebutuhan penggunaan, baik secara formal maupun informal . Dalam konteks percakapan sehari-hari dan penulisan CV, level kemampuan bahasa sering disederhanakan menjadi istilah seperti Basic , Conversational , Fluent , atau Native . Pengelompokan ini bersifat praktis dan mudah dipahami, namun tidak selalu mencerminkan kemampuan bahasa secara terukur dan objektif. Untuk keperluan akademik, pendidikan, sertifikasi, dan kebutuhan profesiona...

Ukuran Format Video Media Sosial

Panduan Lengkap Format Video Media Sosial Rasio, Resolusi, Durasi, dan Frame Rate Video Instagram Rasio: 1:1 (Square), 4:5 (Potret), 16:9 (Lanskap), 9:16 (Reels & Stories) Camtasia: Ukuran custom Camtasia untuk screenshot layar laptop yang sesuai dengan rasio 9:16 adalah 370 x 658 piksel. Resolusi: Square: 1080 x 1080 Potret: 1080 x 1350 Lanskap: 1080 x 608 Reels & Stories: 1080 x 1920 Durasi: Hingga 60 menit (Video Feed panjang), hingga 90 detik (Reels), hingga 15 detik per slide (Stories) Format Video: MP4 atau MOV Frame Rate: 30 fps atau 60 fps (frame per detik) Facebook Rasio: 1:1 (Square), 4:5 (Potret), 16:9 (La...