Terkait dengan kecerdasan interpersonal, Katzowitz (2002) menyatakan bahwa kecerdasan interpersonal, di mana seseorang
memahami dan menyenangi orang, dan berhubungan dengan orang lain dengan mudah. Menurut
Gardner (2003) menyatakan bahwa kecerdasan interpersonal menunjukkan kemampuan
seseorang untuk peka terhadap perasaan orang lain. Orang yang memiliki
kecerdasan ini cenderung untuk memahami dan berinteraksi dengan orang lain
sehingga mudah untuk bersosialisasi dengan lingkungan dan sekelilingnya.
Kecerdasan semacam ini disebut juga kecerdasan sosial. Orang yang kuat dalam
kecerdasan interpersonal biasanya sangat mudah bekerjasama dengan orang lain
dan mudah berkomunikasi dengan orang lain. Kebanyakan mereka sangat peka
terhadap teman, penderitaan orang lain, dan mudah berempati. Sedangkan menurut
, Nguyen and Luu (2011) menyatakan bahwa kecerdasan Interpersonal melibatkan
kepekaan terhadap suasana hati, perasaan, pikiran, kebutuhan, perjuangan dan
motivasi orang lain. Hal itu juga merupakan kemampuan untuk memahami,
berempati, merawat dan berhubungan dengan orang dengan cara yang efektif. Hal
ini menuntut kemampuan untuk mempengaruhi orang lain. Orang yang memiliki
kecerdasan ini dapat menggunakan pemahaman bawaan dari orang lain untuk
memotivasinya untuk tindakan tertentu. Dengan kata lain, orang dengan
preferensi tinggi untuk kecerdasan ini pandai persuasi, negosiasi dan bekerja
dengan baik dalam tim. Dari beberapa pendapat di atas, Kecerdasan Interpersonal
(Kecerdasan Sosial) adalah kemampuan seorang untuk peka terhadap orang lain
agar efektif dalam berhubungan dan bersosialisasi
dengan lingkungan serta berkomunikasi dengan orang lain. (6)
Panduan Lengkap Level Kemampuan Bahasa: CV, CEFR A1–C2, Dunia Kerja, dan Tes Bahasa Internasional Level Kemampuan Bahasa: Dunia Kerja & Pendidikan 1️⃣ Pengantar Pengelompokan level kemampuan bahasa digunakan untuk menggambarkan sejauh mana seseorang dapat memahami, berbicara, membaca, dan menulis dalam suatu bahasa. Perlu dipahami bahwa tidak ada satu standar tunggal yang mengatur jumlah maupun penamaan level kemampuan bahasa, karena pengelompokan tersebut berkembang sesuai kebutuhan penggunaan, baik secara formal maupun informal . Dalam konteks percakapan sehari-hari dan penulisan CV, level kemampuan bahasa sering disederhanakan menjadi istilah seperti Basic , Conversational , Fluent , atau Native . Pengelompokan ini bersifat praktis dan mudah dipahami, namun tidak selalu mencerminkan kemampuan bahasa secara terukur dan objektif. Untuk keperluan akademik, pendidikan, sertifikasi, dan kebutuhan profesiona...
Komentar
Posting Komentar
Kami berhak untuk menghapus komentar yang tidak sesuai dengan kebijakan komentar kami