Fetisisme adalah kecenderungan seksual di mana seseorang memperoleh gairah seksual atau kepuasan seksual dengan suatu objek atau bahan tertentu, yang biasanya dianggap tidak konvensional atau tidak biasa. Objek atau bahan ini disebut "fetis" dan bisa berupa benda mati, seperti sepatu atau pakaian, atau bagian tubuh manusia tertentu, seperti kaki atau rambut.
Fetisisme biasanya dianggap sebagai gangguan parafilia jika menimbulkan kesulitan, stres, atau bahkan bahaya bagi individu yang mengalaminya atau orang lain. Misalnya, seseorang yang memiliki fetish sepatu mungkin merasa tidak nyaman atau malu dalam situasi sosial yang melibatkan orang banyak dan sepatu, atau mungkin merasa tergoda untuk mencuri atau merusak sepatu orang lain. Namun, tidak semua fetish dianggap sebagai gangguan parafilia, tergantung pada tingkat kesulitan dan kesengsaraan yang disebabkannya.
Fetisisme sendiri bisa berasal dari berbagai faktor, seperti pengalaman masa kecil atau pengaruh lingkungan. Beberapa teori juga menghubungkan fetishisme dengan distorsi psikologis atau masalah kognitif tertentu.
Pengobatan untuk fetisisme umumnya melibatkan terapi perilaku kognitif, di mana individu belajar untuk mengatasi perilaku mereka dan mengalihkan fokus mereka pada seksualitas yang sehat dan konstruktif. Penggunaan obat-obatan juga dapat digunakan dalam beberapa kasus untuk mengurangi gairah seksual yang berlebihan atau impulsivitas.
Namun, penting untuk diingat bahwa fetishisme sendiri bukan tanda kegilaan atau perilaku kriminal, dan individu yang mengalami fetishisme tidak harus merasa malu atau bersalah tentang kecenderungan seksual mereka. Mereka hanya perlu mencari bantuan jika fetish mereka menyebabkan kesulitan atau ketidaknyamanan dalam kehidupan sehari-hari. (1)
Komentar
Posting Komentar
Kami berhak untuk menghapus komentar yang tidak sesuai dengan kebijakan komentar kami