Terkait
dengan kecerdasan logis-matematis, Katzowitz (2002) menyatakan bahwa kecerdasan logis-matematis, di mana seseorang dapat
dengan mudah melihat hubungan kuantitatif, khususnya yang berkaitan dengan
perhitungan dan bidang ilmiah. Orang
yang kompeten dalam kemampuan logikanya, Gardner (2003) menyatakan bahwa
kecerdasan logis-matematis memuat kemampuan seseorang dalam berpikir secara
induktif dan deduktif, berpikir menurut aturan logika, memahami, dan
menganalisis pola-pola angka-angka, serta memecahkan masalah dengan menggunakan
kemampuan berpikir. Siswa yang memiliki kecerdasan logis-matematis menyukai
aktivitas berhitung dan memiliki kecepatan tinggi dalam menyelesaikan soal atau
masalah matematika. Di kelas, jika guru hendak menciptakan suasana belajar yang
mengoptimalkan kecerdasan logis-matematis maka proses pembelajaran yang perlu
dikembangkan adalah proses belajar seperti berikut.
a. Menggunakan bermacam-macam strategi tanya jawab
b. Mengajukan masalah untuk dipecahkan para siswa
c. Menyuruh siswa untuk mengungkapkan pemahaman mereka dengan menggunakan
a. Menggunakan bermacam-macam strategi tanya jawab
objek yang konkret.
d.
Meminta siswa untuk mengemukakan alasan dari pemyataan dan pendapat
mereka.
e. Menyediakan kesempatan bagi para siswa untuk melakukan pengamatan dan
analisis.
Kecerdasan logis-matematis melibatkan banyak komponen, perhitungan
secara matematis, berpikir logis, pemecahan masalah, pertimbangan deduktif dan
induktif, serta ketajaman pola dan hubungan. Pada intinya kemampuan-kemampuan
matematis merupakan kemampuan mengenal dan memecahkan masalah. Anak yang
mempunyai kecerdasan logis-matematis biasanya mempunyai nilai matematika yang
baik, jalan pikirannya ketika bicara, dan memecahkan persoalan logis dan
rasional. Siswa ini biasanya suka belajar dengan skema, bagan, dan tidak begitu
suka dengan bacaan yang panjang kalimatnya.
Sedangkan Nguyen and Luu (2011) menyatakan bahwa kecerdasan logis-matematis merupakan kemampuan untuk berpikir tentang masalah secara logis dan sistematis serta menggunakan angka secara efektif. Orang yang kuat dalam jenis kecerdasan ini sering memilih karir sebagai ahli statistik, guru ilmu pengetahuan, ekonom, analis komputer, ilmuwan, matematikawan, akuntan, ahli logika, dll.
Dalam rangka meningkatkan atau memperkuat kecerdasan logis-matematis, penting untuk melaksanakan kegiatan berikut:
a. Urutan peristiwa ke alur cerita dan presentasi materi pelajaran berurutan.
b. Menyajikan acara televisi tentang ilmu pengetahuan, demonstrasi ilmu
pengetahuan
Sedangkan Nguyen and Luu (2011) menyatakan bahwa kecerdasan logis-matematis merupakan kemampuan untuk berpikir tentang masalah secara logis dan sistematis serta menggunakan angka secara efektif. Orang yang kuat dalam jenis kecerdasan ini sering memilih karir sebagai ahli statistik, guru ilmu pengetahuan, ekonom, analis komputer, ilmuwan, matematikawan, akuntan, ahli logika, dll.
Dalam rangka meningkatkan atau memperkuat kecerdasan logis-matematis, penting untuk melaksanakan kegiatan berikut:
a. Urutan peristiwa ke alur cerita dan presentasi materi pelajaran berurutan.
dan eksperimen.
simbol.
e.
Permainan logis-matematis seperti Clue.
f.
Mengikuti arah untuk mencapai tujuan, hipotesa, memprediksi, dan
bereksperimen.
g. Kegiatan pemecahan masalah bahasa menggunakan logika, teka-teki
penalaran dan
argumentasi logis.
h.
Menganalisis tata bahasa, identifikasi pola, pembuatan kode, memecahkan
kode.
Dari beberapa pendapat di atas, kecerdasan
logis-matematis adalah kemampuan seseorang untuk berpikir secara induktif,
deduktif, logis, rasional, dan matematis sehingga mudah memahami dan
menganalisis pola dan hubungan angka-angka, skema, dan bagan secara efektif. (1)
Komentar
Posting Komentar
Kami berhak untuk menghapus komentar yang tidak sesuai dengan kebijakan komentar kami